12 M
ei 2020 merupakan hari peringatan perawat se-Dunia yang sangat mengharukan. Wabah covid-19 menyebabkan beberapa perawat meninggal dunia. Tercatat sudah 19 perawat meninggal saat pandemik covid-19 ini.
H. Maryanto ketua DPD PPNI Jakarta Utara mengatakan “di wilayah Jakarta utara selama covid-19 sudah ada 3 anggota perawat kami yang gugur karena virus covid-19. Peringatan hari perawat dunia tahun ini mengingatkan kami bahwa peran kita menyehatkan masyarakat begitu besar, penuh resiko dan harus saling bahu membahu”.
“DPD PPNI Jakarta Utara mengutip kalimat “nursing the world to health the true value of nurses to the people of the world”. Kalimat ini menegaskan bahwa merawat kesehatan dunia merupakan nilai yang sesungguhnya dari perawat untuk masyarakat dunia. Kemudian kalimat “Merawat Indonesia untuk Sehat” yang menegaskan peran perawat Indonesia untuk merawat segenap masyarakat Indonesia untuk dapat sehat. Wabah covid-19 mengingatkan peran perawat yang begitu penting untuk menyelesaikan wabah covid-19 dari Indonesia agar masyarakat Indonesia sehat dan bebas dari covid-19.” H. Maryanto menjelaskan makna ucapan DPD PPNI Jakarta Utara di hari perawat sedunia.
Selain itu, H. Maryanto menambahkan “Istilah paramedis untuk perawat tidak ada dalam UU No. 38 tahun 2014 tentang Keperawatan. Kami berharap masyarakat dapat memanggil kami perawat bukan paramedis. Dan perawat harus bangga dan mengedukasi masyarakat dengan sebutan perawat sesuai dengan regulasi dan nama profesi”.
“DPD PPNI Jakarta Utara mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan sejawat perawat yang hari ini tetap istiqomah dalam memberikan layanan asuhan keperawatan kepada masyarakat dalam bentuk apapun, terutama perang melawan covid-19, hal itu merupakan janji bakti kepada negeri sebagaimana sumpah profesi”. H. Maryanto menambahkan pesannya.
Diakhir penutupnya kepada tim, H. Maryanto mengatakan “Selain itu kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan pemerintah yang sebenarnya menjadi garda terdepan dalam perang melawan covid-19 ini, dengan kunci physical distancing, cuci tangan dengan benar memakai sabun, memperhatikan etika batuk dan bersin, menerapkan PHBS. Hal tersebut membuat peran perawat semakin ringan dengan peran serta masyarakat, sebab perawat sejatinya boleh jadi adalah menjadi benteng terakhir pertahanan NKRI disaat pandemi, nilai sumpah profesi, dan dengan semangat jiwa pancasila tentu perawat akan tetap menjadi sahabat rakyat sampai perjuangan ini dimenangkan oleh segenap anak bangsa.
- Pererat Kekeluargaan, Pengurus PPNI Jakarta Utara Unjuk Kekompakan dalam Fun Games & Outbound 2026 - Maret 2, 2026
- Apri Sunadi: Membangun Kemandirian Ekonomi dan Menjaga Marwah Perawat sebagai “Naga Ke-10” - Maret 2, 2026
- Rizki Febrian Pratama Dorong Kemandirian Ekonomi dan Proteksi Hukum PPNI Jakarta Utara - Maret 2, 2026



Semoga kita tetap bersatu dalam membrantas covid 19 juga bersama membangun prifesi yang kita cintai agar tetap sejajar dengan profesi profesi lainnya dalam membangun bangsa terutama tetap mengedukasi etikat batuk physical distancing emncuci tangan menggunakan sabun serta saling mendukung dan selalu bekerja sama dengan profesi lain dalam membangun kesehatan bangsa dimasa yang akan datang
Semoga perawat kedepannya menjadi perhatian pemerintah dan lembaga terkait dlm kesejahteraannya