081319992119 ppnijakut@gmail.com

JAKARTA UTARA – Bendahara Umum DPP PPNI, Dr. Apri Sunadi, M.Kep., Sp.KMB, memberikan orasi inspiratif dalam gelaran Rapat Kerja DPD PPNI Jakarta Utara di Lakeside Tell Hotel PPNI. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir pengurus dalam mengelola organisasi agar PPNI tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri dan disegani.

Simbol Kemandirian: Hotel hingga Universitas

Apri Sunadi menegaskan kebanggaannya terhadap capaian PPNI yang kini tercatat sebagai satu-satunya organisasi profesi di dunia yang memiliki hotel sendiri. Fasilitas ini bukan sekadar gedung, melainkan simbol kemandirian finansial perawat Indonesia.

Tak berhenti di sana, ia memaparkan ekspansi unit bisnis PPNI yang mulai merambah dunia ritel melalui produk parfum—sebagai solusi praktis bagi perawat di lapangan—serta rencana peluncuran produk skincare dan kosmetik dalam waktu dekat.

“Di sebelah hotel ini, segera akan berdiri International University by PPNI. Perlu dicatat, tanah ini dibeli murni dari hasil unit bisnis seperti pelatihan dan penjualan buku selama 10 tahun, bukan dari iuran anggota,” ungkap Apri disambut tepuk tangan pengurus.

Ekosistem Ekonomi dan Digitalisasi

Dengan total aset PPNI yang kini mencapai sekitar setengah triliun rupiah di seluruh Indonesia, Apri mengingatkan pengurus untuk memiliki pandangan visioner dalam pengelolaan. Ia menekankan bahwa aset besar tersebut harus dikelola secara produktif agar tidak habis hanya untuk biaya operasional seperti listrik dan gaji.

Sebagai bentuk benefit nyata bagi anggota, PPNI juga akan meluncurkan Sistem Asuhan Keperawatan Digital pada Maret mendatang. Layanan ini dirancang khusus untuk memberikan kemudahan bagi anggota yang tertib dan aktif membayar iuran organisasi.

“Jangan Biarkan Anggota Menangis Sendirian”

Dibalik kekuatan ekonomi, Apri menitipkan pesan kemanusiaan yang mendalam. Ia menginstruksikan para pengurus untuk selalu hadir secara nyata ketika anggota menghadapi masalah.

“Hadir di tengah anggota bukan sekadar formalitas. Jangan biarkan anggota menangis sendirian saat menghadapi persoalan. Mengelola PPNI butuh orang-orang dengan integritas kuat dan idealisme tinggi, bukan mereka yang hanya mencari keuntungan pribadi,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh perawat untuk meninggalkan “mental pengemis” yang selalu mengharapkan diskon atau bantuan cuma-cuma, dan beralih ke “mental orang kaya”—mentalitas mandiri yang akan membawa PPNI menjadi kekuatan ekonomi baru atau “naga ke-10” di Indonesia.

Transparansi melalui RAPB

Menutup orasinya, Apri memberikan apresiasi tinggi kepada DPD PPNI Jakarta Utara atas penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB). Baginya, RAPB adalah wujud transparansi yang sesungguhnya—bukan sekadar terbuka, melainkan terencana dan akuntabel dalam setiap rupiah penggunaan dana anggota.

Ia mendorong seluruh pengurus untuk “mewakafkan diri” dan dedikasinya bagi organisasi demi menjaga marwah perawat sebagai profesi yang mandiri, terhormat, dan berdaya saing tinggi.