
Menurutnya, di era persaingan global dan perubahan regulasi saat ini, PPNI harus bertransformasi agar tetap memiliki daya tarik kuat bagi anggotanya melalui nilai manfaat yang nyata.
Mengelola Organisasi dengan Pendekatan Ekonomi
Jajang Rahmat menegaskan bahwa loyalitas anggota tidak bisa lagi hanya dipaksakan melalui kewajiban administratif. Organisasi harus mampu “menjual” program-program yang memberikan keuntungan konkret bagi perawat.
“PPNI harus dikelola dengan prinsip bisnis. Artinya, kita harus menciptakan layanan yang membuat anggota merasa bangga dan butuh untuk bergabung, bukan karena terpaksa. Kita harus memiliki daya tarik ekonomi agar organisasi ini terus berkembang mandiri,” ujar Jajang.
Optimalisasi Aset dan Pemanfaatan Teknologi
Salah satu poin krusial yang disampaikan adalah pemanfaatan aset organisasi secara maksimal. Jajang meminta pengurus, khususnya di tingkat komisariat (DPK), untuk mulai mengoptimalkan fasilitas yang ada, seperti:
-
Hotel PPNI: Sebagai pusat kegiatan dan pendapatan.
-
Pusbank Diklat: Sebagai motor penggerak edukasi berbayar yang berkualitas.
-
PPNI Pay: Sebagai ekosistem transaksi digital perawat.
Ia juga mendorong digitalisasi layanan melalui sistem pembayaran virtual (Virtual Account) dan platform digital lainnya guna mempermudah akses anggota dalam memenuhi kewajiban maupun mendapatkan layanan organisasi secara cepat dan efisien.
Membangun Ekosistem “Marketing” di Tingkat Komisariat
Jajang menyoroti bahwa kelemahan organisasi profesi seringkali terletak pada kemampuan pemasaran produk. Ia menginstruksikan DPK untuk aktif menciptakan ekosistem ekonomi di lingkungan masing-masing, termasuk menjalin kerja sama dengan sponsor serta vendor kesehatan.
“Jangan hanya jualan iuran. DPK harus kreatif mencari sponsor dan menciptakan kegiatan mandiri. Kita punya massa yang besar, itu adalah modal utama dalam berbisnis organisasi,” tambahnya.
Menjaga Loyalitas melalui Audit Mutu dan Respons Cepat
Sebagai penutup, Jajang menekankan bahwa model bisnis yang baik harus dibarengi dengan kualitas layanan yang mumpuni. Ia menginstruksikan adanya audit mutu organisasi secara berkala dan sistem respons cepat (fast response) terhadap setiap keluhan anggota.
Standarisasi pelayanan ini dinilai sangat vital untuk menjaga kepuasan serta loyalitas perawat terhadap PPNI di tengah gempuran isu-isu organisasi profesi lainnya. Dengan manajemen yang transparan dan berorientasi pada hasil, Jajang optimis PPNI Jakarta Utara akan menjadi barometer organisasi profesi yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
- Pererat Kekeluargaan, Pengurus PPNI Jakarta Utara Unjuk Kekompakan dalam Fun Games & Outbound 2026 - Maret 2, 2026
- Apri Sunadi: Membangun Kemandirian Ekonomi dan Menjaga Marwah Perawat sebagai “Naga Ke-10” - Maret 2, 2026
- Rizki Febrian Pratama Dorong Kemandirian Ekonomi dan Proteksi Hukum PPNI Jakarta Utara - Maret 2, 2026
