JAKARTA UTARA – Ketua DPD PPNI Jakarta Utara, Rizki Febrian Pratama, S.Kep., Ns., M.Kes, menyampaikan orasi strategis yang visioner dalam pembukaan Rapat Kerja Penyusunan RAPB 2026. Di hadapan perwakilan 30 Dewan Pengurus Komisariat (DPK), Rizki menekankan bahwa organisasi harus bertransformasi menjadi entitas yang mandiri, kreatif, dan hadir secara nyata dalam melindungi anggotanya.
Dalam sambutannya, Rizki menggarisbawahi lima poin krusial yang akan menjadi arah gerak PPNI Jakarta Utara ke depan:
1. Soliditas dan Kesiapan Suksesi Organisasi
Rizki mengapresiasi kehadiran 30 DPK se-Jakarta Utara sebagai simbol soliditas organisasi yang luar biasa. Mengingat tahun 2026 merupakan akhir masa bakti banyak pengurus DPK, ia menekankan pentingnya pembekalan teknis Musyawarah Komisariat (Muskom).
“Kita harus memastikan suksesi kepemimpinan di tingkat DPK berjalan sesuai amanat ADRT PPNI agar roda organisasi tetap berputar kencang,” tegasnya.
2. Transformasi Ekonomi: Visi “Berbisnis dengan Anggota”
Salah satu poin paling progresif adalah ajakan untuk menggali potensi revenue stream baru di luar iuran anggota. Rizki memperkenalkan konsep ekonomi kreatif organisasi:
-
Optimalisasi Pusbank Diklat: DPK didorong aktif mengelola pelatihan seperti BTCLS dan webinar sebagai sumber pendapatan mandiri bagi komisariat.
-
Layanan Kolektif & Digital: Menjawab tantangan pemeliharaan sistem SIMK, PPNI Jakarta Utara membuka layanan kolektif di DPK dan memperkenalkan fasilitas streaming karya Infokom DPD yang dapat menghasilkan referral revenue.
3. Bukti Nyata Manfaat Iuran
Rizki meyakinkan anggota bahwa iuran yang dibayarkan kembali dalam bentuk fasilitas nyata. Penggunaan hotel milik PPNI sebagai lokasi acara merupakan bukti bahwa aset organisasi dikelola untuk kepentingan anggota. Selain itu, ia menjanjikan reward bagi DPK yang paling aktif dalam tertib administrasi keanggotaan.
4. Benteng Perlindungan Hukum
Komitmen perlindungan anggota bukan sekadar slogan. Rizki memaparkan keberhasilan PPNI Jakarta Utara dalam membebaskan seorang perawat yang sempat ditahan di Kepulauan Seribu terkait sengketa kewenangan profesi. Hal ini membuktikan bahwa PPNI hadir sebagai perisai bagi perawat dalam menjalankan tugas profesionalnya.
5. Kemandirian Tanpa Membebani
Menutup sambutannya, Rizki menegaskan bahwa visi “Berbisnis dengan Anggota” bukan bertujuan mencari keuntungan dari anggota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomi yang menguntungkan kedua belah pihak.
“Tujuan besar kita adalah organisasi yang mandiri secara finansial, namun tetap mengedepankan peningkatan kompetensi dan proteksi hukum yang maksimal bagi seluruh perawat di Jakarta Utara,” pungkasnya.
- Pererat Kekeluargaan, Pengurus PPNI Jakarta Utara Unjuk Kekompakan dalam Fun Games & Outbound 2026 - Maret 2, 2026
- Apri Sunadi: Membangun Kemandirian Ekonomi dan Menjaga Marwah Perawat sebagai “Naga Ke-10” - Maret 2, 2026
- Rizki Febrian Pratama Dorong Kemandirian Ekonomi dan Proteksi Hukum PPNI Jakarta Utara - Maret 2, 2026
2. Transformasi Ekonomi: Visi “Berbisnis dengan Anggota”

